.quickedit{display:none;}

Tuesday, March 18, 2014

Majas Pertentangan



Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Yang termasuk Majas Pertentangan:
Gaya Bahasa Hyper Bola
Hyper Bola adalah “Lukisan suatu peristiwa atau keadaan sebenarnya yang dilebih-lebihkan”.
Contoh:
Anak yang berjalan itu terlihat kurus kering
Suara penonton bergemuruh membelah angkasa
Orang tua itu mabuk kemenangan
Gaya Bahasa Litotes
Litotes adalah ”Kiasan yang mempergunakan ungkapan merendahkan diri atau tidak mau menyebutkan yang sebenarnya”.

Contoh:
Kalau bapak pergi ke Solo, Sudilah mampir ke gubuk kami
Maukah engkau menerima pemberian sekedarnya ini?
Apa yang kami lakukan hanya setitik embun di samudra.
Gaya Bahasa Ironi
Ironi adalah “Kiasan dengan menggunakan kata yang mengandung arti sebaiknya atau bertentangan dengan yang dimaksud untuk mengejek atau mencemooh”.
Contoh:
Ah, benar-benar tepat waktu engkau! Aku sampai bosan menunggumu disini.
Pandai sekali anak itu, soal yang segitu mudah saja tidak bisa menjawab.
Pabrik gula jauh dari sini yaa? Manis sekali teh ini.
Gaya Bahasa Paradoks
Paradoks adalah “Ungkapan berlawanan atau kebalikan yang sebenarnya guna tidak menyakiti hati”.
Contoh:
Dia masih saja kesepian di tempat yang seramai ini.
Bibi selalu tersenyum walaupun hatinya terluka.
Dalam perkara korupsi itu, ia jatuh ke atas hingga ia bebas dari hukuman.

No comments:

Post a Comment

Tuesday, March 18, 2014

Majas Pertentangan



Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Yang termasuk Majas Pertentangan:
Gaya Bahasa Hyper Bola
Hyper Bola adalah “Lukisan suatu peristiwa atau keadaan sebenarnya yang dilebih-lebihkan”.
Contoh:
Anak yang berjalan itu terlihat kurus kering
Suara penonton bergemuruh membelah angkasa
Orang tua itu mabuk kemenangan
Gaya Bahasa Litotes
Litotes adalah ”Kiasan yang mempergunakan ungkapan merendahkan diri atau tidak mau menyebutkan yang sebenarnya”.

Contoh:
Kalau bapak pergi ke Solo, Sudilah mampir ke gubuk kami
Maukah engkau menerima pemberian sekedarnya ini?
Apa yang kami lakukan hanya setitik embun di samudra.
Gaya Bahasa Ironi
Ironi adalah “Kiasan dengan menggunakan kata yang mengandung arti sebaiknya atau bertentangan dengan yang dimaksud untuk mengejek atau mencemooh”.
Contoh:
Ah, benar-benar tepat waktu engkau! Aku sampai bosan menunggumu disini.
Pandai sekali anak itu, soal yang segitu mudah saja tidak bisa menjawab.
Pabrik gula jauh dari sini yaa? Manis sekali teh ini.
Gaya Bahasa Paradoks
Paradoks adalah “Ungkapan berlawanan atau kebalikan yang sebenarnya guna tidak menyakiti hati”.
Contoh:
Dia masih saja kesepian di tempat yang seramai ini.
Bibi selalu tersenyum walaupun hatinya terluka.
Dalam perkara korupsi itu, ia jatuh ke atas hingga ia bebas dari hukuman.

No comments:

Post a Comment