Pada saat Ben Franklin menuliskan "Satu
ons pencegahan bernilai satu kilogram pengobatan," Saya yakin bahwa
dia tidak sedang memperingatkan pembacanya tentang betapa bahayanya kejahatan
dunia maya. Tetapi di dunia sekarang yang penuh dengan phishing,
shoulder-surfing dan spyware komputer, kata-kata dia cukup masuk
akal.
Hal yang menyedihkan adalah beberapa
orang akan merampok Anda jika Anda memberi mereka kesempatan. Sama seperti saat
Anda mengambil langkah aman saat membawa uang tunai, jadi Anda sebaiknya
waspada ketika menggunakan kartu kredit atau debit untuk pembelian, walaupun
transaksi tersebut secara online.
Berikut adalah tips untuk melindungi
informasi akun Anda dan menghindari penipuan kartu.
Mencegah intrusi online. Gunakan software anti-virus dan anti-spyware
yang terbaru, Unduhlah informasi hanya dari situs yang terpercaya dan jangan
asal mengklik pop-up window atau link yang mencurigakan di dalam email.
Hal-hal ini bisa menjadi trik untuk meng-install spyware yang dapat
merekam keystroke Anda untuk mendapatkan informasi rahasia pada akun Anda.
Gunakan situs web yang aman. Saat berbelanja online, carilah simbol
"gembok" pada baris browser, huruf "s" setelah
"http" pada URL, atau kalimat "Secure Sockets Layer"
(SSL). Ini adalah lambang bahwa situs yang Anda lihat merupakan situs yang aman
untuk memberikan informasi pribadi Anda.
Lindungilah informasi pribadi Anda. Jangan pernah memberikan informasi yang bersifat sensitif,
seperti misalnya kartu kredit atau nomor rekening bank, password, nomor KTP,
SIM, atau informasi pribadi lainnya. Ajukan laporan untuk informasi pribadi
pada bank yang mengeluarkan kartu Anda dengan menelepon ke nomor telepon yang
tertera pada bagian belakang kartu Anda.
Waspadalah terhadap tawaran gratis. Luangkan waktu untuk membaca dan mengerti semua syarat dan
kondisi yang ada. Beri perhatian lebih untuk mengecek kembali penawaran online
yang diberikan sebelum mengirimkan order. Jika Anda gagal dalam mengecek ulang
penawaran yang ada, dapat menjerumuskan Anda pada kondisi yang tidak Anda
inginkan.
Catatatlah aktivitas rekening Anda. Secara teratur kaji ulang laporan kartu kredit dan catatan
transaksi rekening tabungan Anda dan laporkan jika Anda mencurigai transaksi
yang janggal kepada bank atau penerbit kartu tersebut. Tanyakan apakah penerbit
kartu kredit atau debit Anda menawarkan "nol liabilitas", yang
artinya Anda tidak akan bertanggung jawab atas segala pembelian yang tidak sah
atau bersifat menipu.
Peringatan transaksi. Daftarkan diri Anda untuk mendapatkan pesan peringatan dari
bank Anda untuk memudahkan Anda mencatat pengeluaran. Peringatan ini akan
muncul ketika terjadi transaksi yang sudah memenuhi syarat sesuai yang Anda
buat; contohnya, membeli sesuatu dengan sejumlah uang. Sebagai tambahan, bank
biasanya akan menghubungi Anda jika mereka menemukan aktivitas yang tidak
seperti biasanya, seperti pembelian dengan jumlah uang yang cukup besar pada
jangka waktu yang pendek atau berasal dari tempat geografis yang berbeda.
Beberapa tips lainnya:
- Buat kata sandi yang kuat, acak dan ubahlah secara teratur.
- Lindungilah tombol pada ATM dan toko-toko dari penglihatan orang lain
- Cek kembali bon sebelum ditandangani dan simpanlah untuk catatan Anda
Tersedia banyak sumber yang dapat
Anda pelajari dimana Anda dapat belajar bagaimana melindungi informasi dan
rekening pribadi Anda dan mencegah penipuan, termasuk:
- National Cyber Security Alliance's www.StaySafeOnline.org yang berisi tips untuk penggunaan internet secara aman
- Halaman dari Federal Trade Commision's ID, Theft, Privacy, and Security menawarkan informasi yang luas tentang pencurian identitas, privasi dan keamanan informasi di www.ftc.gov/bcp/menus/consumer/data.shtm.
Visa Inc menawarkan
VisaSecuritySense (www.visasecuritysense.com),
yang berisi tips mencegah penipuan online, di toko, dan ATM, penipuan
pemasaran dan lainnya.
Oleh Alderman Jason
No comments:
Post a Comment